🌟SELAMAT DATANG DI LENTERA NTT: Dapatkan berita terbaru dan terpercaya seputar NTT di sini!🌟

Anggaran BGN 2027 Capai Rp240,2 Triliun, MBG Sasar Lebih dari 72 Juta Penerima

                  Foto: Kumparan.com 
LENTERA NTT – Badan Gizi Nasional (BGN) memperoleh pagu anggaran sebesar Rp240,20 triliun untuk tahun anggaran 2027. Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program pemenuhan gizi nasional. Anggaran tersebut telah disepakati bersama Komisi IX DPR RI dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran BGN 2027. 
BGN menyebut alokasi ini menjadi dasar untuk menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat pada tahun mendatang. Dari total Rp240,20 triliun, sebesar Rp232,88 triliun atau sekitar 96,95 persen dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Sementara Rp7,33 triliun atau sekitar 3,05 persen digunakan untuk mendukung manajemen BGN. 

Dari anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional, porsi terbesar dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis. Nilainya mencapai Rp232,50 triliun atau sekitar 99,84 persen dari anggaran program tersebut. Anggaran itu akan digunakan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran, sekaligus memperkuat berbagai aspek pelaksanaan program, termasuk pengawasan, pemantauan, sistem informasi, rantai pasok, serta keamanan dan mutu pangan. 

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa besarnya anggaran tersebut diarahkan agar program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Dengan pagu anggaran yang tersedia, BGN menargetkan MBG pada 2027 dapat menjangkau 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 60,6 juta penerima merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Sementara sekitar 11,86 juta lainnya berasal dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Target tersebut menunjukkan besarnya cakupan program MBG pada 2027.

Pelaksanaannya tidak hanya menyangkut penyediaan makanan, tetapi juga membutuhkan pengawasan agar makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Sebelum pagu BGN 2027 ditetapkan sebesar Rp240,20 triliun, sempat muncul pembahasan mengenai kemungkinan efisiensi anggaran MBG. 

Pada awal September 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa anggaran MBG masih memiliki peluang untuk ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi. Pernyataan tersebut merupakan pandangan mengenai kemungkinan efisiensi, bukan keputusan bahwa pagu BGN 2027 akan berada di bawah Rp200 triliun. 

Sementara itu, untuk pelaksanaan MBG 2026, BGN sebelumnya menyampaikan bahwa pagu yang telah melalui proses efisiensi berada di sekitar Rp229 triliun. Hingga 27 Agustus 2026, realisasinya dilaporkan mencapai sekitar Rp117 triliun. 

Dengan jumlah penerima yang mencapai lebih dari 72 juta orang, pelaksanaan MBG pada 2027 akan memiliki cakupan yang sangat luas. Karena itu, penggunaan anggaran menjadi salah satu perhatian penting. Selain memperluas jangkauan penerima, BGN juga perlu memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan data penerima, serta pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan. 

BGN menyatakan akan terus memperkuat tata kelola, pemantauan dan pengawasan, serta berbagai sistem pendukung agar program dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. 

Dengan disepakatinya pagu Rp240,20 triliun, BGN kini memiliki dasar anggaran untuk menjalankan program pemenuhan gizi nasional pada 2027. Besarnya target penerima manfaat membuat pelaksanaan dan pengawasan program menjadi bagian penting agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran. 

Penulis: Jhonas| Editor: Jhonaz | Sumber: Badan Gizi Nasional (BGN) 

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.