Foto: Badan Nasional Penanggulangan Bencana
LenteraNTT, Flores – Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk warga yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores masih terus dilakukan. Pembangunan dikerjakan secara bertahap di sejumlah kabupaten yang terdampak.
Di Kabupaten Manggarai, berdasarkan data BNPB per 28 September 2026, sebanyak empat unit Huntara sudah selesai dibangun, 50 unit lainnya sudah mencapai progres lebih dari 50 persen. Sementara 60 unit masih dalam tahap pengerjaan dengan progres di bawah 50 persen.
BNPB juga mencatat hasil verifikasi terhadap rumah warga di Manggarai. Sebanyak 1.494 rumah masuk kategori rusak berat.
Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran sampai 28 September 2026. Karena proses pendataan dan pembangunan masih berjalan, angka tersebut masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi dan perkembangan di lapangan.
Pembangunan Huntara juga berlangsung di sejumlah daerah lain di Flores yang terdampak gempa.
Di Manggarai Timur, enam unit Huntara sudah selesai dibangun dan 561 unit masih dalam proses pengerjaan. Target pembangunan tahap pertama di daerah tersebut mencapai 1.305 unit.
Sementara di Ngada, 11 unit telah selesai dan 272 unit masih dikerjakan. Di Nagekeo, sembilan unit sudah selesai dan 173 unit masih dalam proses.
Pembangunan juga berjalan di Sikka dan Ende. Di Sikka, dua unit telah selesai dan 25 unit masih dikerjakan. Sedangkan di Ende, tujuh unit sudah selesai dan tujuh lainnya masih dalam proses.
BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Data by name by address diperlukan agar pembangunan Huntara sesuai dengan warga yang memang telah diverifikasi sebagai penerima bantuan.
Untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyediakan pilihan bantuan, antara lain Dana Tunggu Hunian (DTH) atau Huntara. Sebagian besar warga yang terdampak memilih untuk mendapatkan Huntara.
Pembangunan dilakukan bertahap karena setiap daerah memiliki kondisi dan jumlah warga terdampak yang berbeda. Pemerintah daerah juga masih menyelesaikan sejumlah proses administrasi dan verifikasi sebelum pembangunan dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Bagi warga yang rumahnya rusak berat, keberadaan Huntara menjadi penting karena mereka membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian tetap.
Pemulihan pascagempa di Flores masih berlangsung. Pemerintah bersama BNPB terus mendorong agar pembangunan Huntara dan tahapan pemulihan lainnya dapat berjalan sesuai data serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Oleh: Jhonas || Editor: Jhonas
Sumber Data: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Baca Juga: BNPB Klarifikasi Huntara Roboh Di Manggarai Timur, Kerangka Disebut Masih Dalam Tahap Pembangunan
0 Komentar