Manggarai, NTT – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Ranakah di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada 1 September 2026 pukul 23.00 WITA.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, peningkatan aktivitas ini berkaitan dengan rangkaian gempa yang terjadi pasca Gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa jumlah gempa tektonik lokal yang sebelumnya berkisar antara 38 hingga 414 kejadian per hari mengalami peningkatan menjadi sekitar 32 hingga 418 kejadian per hari. Sementara itu, gempa vulkanik dalam yang menjadi salah satu indikator aktivitas gunung api juga menunjukkan peningkatan jumlah kejadian.
Para ahli vulkanologi menilai bahwa peningkatan gempa vulkanik dalam mengindikasikan adanya pergerakan fluida atau suplai magma dari kedalaman menuju tubuh Gunung Anak Ranakah. Kondisi ini menyebabkan perubahan tekanan di dalam gunung sehingga aktivitas vulkanik perlu terus dipantau secara intensif.
Sepanjang bulan Agustus 2026, tercatat ratusan kejadian gempa vulkanik dan gempa tektonik di sekitar kawasan gunung. Bahkan pada 1 September 2026 hingga pukul 18.30 WITA, masih terjadi puluhan gempa vulkanik dalam serta ratusan gempa tektonik lokal dan jauh yang terekam oleh alat pemantau.
Selain itu, pengukuran energi seismik menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) menunjukkan adanya peningkatan energi yang cukup signifikan sejak pertengahan Agustus. Meskipun sempat menurun pada akhir bulan, energi seismik kembali meningkat pada awal September bersamaan dengan bertambahnya aktivitas gempa vulkanik.
Hasil pengamatan visual menunjukkan belum terlihat adanya asap kawah yang signifikan dari Gunung Anak Ranakah. Tim pemantau juga melakukan survei menggunakan drone pada 25 Agustus dan 1 September 2026. Dari hasil pemantauan udara tersebut, terlihat adanya aktivitas solfatara atau keluarnya gas vulkanik di sekitar kubah lava. Namun, perubahan pada kubah lava secara umum masih tergolong kecil dan belum menunjukkan perkembangan yang mengarah pada erupsi dalam waktu dekat.
Meski demikian, Badan Geologi mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas ini perlu menjadi perhatian masyarakat. Dengan status Level II (Waspada), warga yang tinggal di sekitar Gunung Anak Ranakah diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius yang direkomendasikan oleh otoritas terkait serta tetap mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api dan Badan Geologi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan koordinasi guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.
Masyarakat di Kabupaten Manggarai diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan terbaru melalui sumber resmi pemerintah.
Penulis & Editor : Jhonas
Sumber: Badan Geologi Kementerian ESDM Republik Indonesia
Media: Inspire Life
0 Komentar
Anda Sopan Kami Segan